Sunday, October 23, 2011

Posted by azhar_artazie Posted on 8:45 AM | 1 comment

KEMACETAN KOTA JAKARTA




Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puja puji syukur kehadirat Allah Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunianya kepada kita semua, dan memberikan suatu nikmat dari nikmat yang kecil sampai kepada nikmat yang besar, semoga aktivitas kita sehari-hari selalu mendapat ridhoNya amien. Selanjutnya shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman yang telah membawa kita kebenaran dari zaman jahiliyah sampai zaman terang benderang. saya menyadari bahwa penyusunan artikel ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini karena sangat terbatasnya kemampuan dan pengalaman. Karena itu kritik dan saran sangat diharapkan.

Dalam artikel ini saya akan membuat dan membahas sebuah tema yang berjudul “Kemacetan Kota Jakarta”.


Sekarang coba kita lihat apa definisi dari kalimat kemacetan itu, Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta .
Setelah kita ketahui definisi dari sebuah kalimat kemacetan, yaitu situasi atau tersendatnya lalu lintas yang di sebabkan jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan, kita melihat pada keadaan atau situasi jalan di Ibu Kota kita yaitu DKI Jakarta di setiap stasiun televisi tidak akan pernah berhentinya atau tidak pernah absen dalam memberitakan masalah kemacetan di Ibu Kota kita itu yaitu DKI Jakarta, padahal pemerintah DKI Jakarta sudah bekerja keras optimal dalam menghindari kemacetan lalu lintas tersebut.Gubernur DKI Jakarta pun sudah pasti membuat suatu planning kerja yaitu menghindari kemacetan, bukan hanya Gubernur baru saja yang sekarang menjabat, tetapi Gubernur-gubernur terdahulu sebelum Gubernur baru menjabat pasti terdapat planning kerja dalam menghindari kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta.
Lalu upaya apa yang harus dilakukan untuk masyarakat DKI Jakarta sendiri?, bukan hanya untuk masyarakat daerah DKI Jakarta saja tetapi daerah lainya juga ikut berpartisipasi menghindarkan kejadian kemacetan lalu lintas tersebut. Saya sebagai anak bangsa Indonesia mempunyai masukan untuk pemerintah, yaitu upayakan agar jalan di Ibu Kota tersebut diperluas dan diperbanyak untuk jalur alternative, begitupun juga masyaraktnya sadar untuk selalu menaati rambu-rambu lalu lintas.Dalam hal ini pemerintah akan semangat dan benar-benar berupaya bekerja keras. Kita lihat dari sisi jejak Ibu Kota Jakarta, bahwasanya Ibu Kota Jakarta adalah Kota terbesar untuk mencari mata pencaharian bagi rakyat Indonesia, begitu juga dengan kepadatan penduduknya karena Negara Indonesia tercatat Negara paling banyak penduduknya di Dunia, apalagi di DKI Jakarta sudah tidak asing lagi bagi kita, para perantau datang dari daerah sana sini hanya untuk mencari sebuah mata pencaharian.Orang yang bukan asli pribumi juga memadati setiap tiap ruang daerah Ibu Kota tersebut, sampai-sampai ada yang tinggal di tempat kolong jembatan.
Saya merasa aneh, katanya Negara Indonesia itu Negara miskin tetapi kenapa rata-rata orang Indonesia mempunyai mobil-mobil berkelas, mungkin dikarenakan juga kepadatan penduduknya di DKI Jakarta, atau kemungkinan juga karena terdapat transaksi mudah dalam pembelian yaitu memakai sistem kredit.
Sebenarnya faktor kemacetan bukan karena keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan, melainkan juga terdapat kendala yang lain seperti terjadinya kecelakaan di jalan dan juga lamu rambu-rambu lintas yang sering rusak.Para Polisi harus bertindak cepat dalam mengatasi hal itu maka dari itu di adakan sistem Polisi lalu lintas, yang selalu menjaga lalu lintas menjadi terkendali dari segi titik, apalagi di Kota besar sangat penting.
Faktor yang lain juga di karenakan banyaknya mobil-mobil Bus atau angkutan yang tiada batasnya sehingga dapat memadati jalan kendaraan. Bukan hanya di daerah Jakarta saja yang hanya kita bisa lihat dari segi kemacetan, namun lihatlah daerah-daerah besar yang lain, apalagi jika pas saat terhadap hari-besar seperti (Idul Fitri)dll, dalam perjalanan mudik pasti sering kali terjadi kemacetan lalu lintas.
 Dari masalah kemacetan, faktor yang membawa kemacetan di Ibu Kota tersebut juga yang baru dibahas sekitar 1bulan kemarin membahas soal kendaraan yang melanggar peraturan jalan, yaitu parkir di pinggir jalan akan menyebabkan kemacetan juga, maka dari itu mulai sekarang pemerintah mulai  melarang barang siapa kendaraan motor atau mobil parkir di pinggir jalan, dan sudah dmasukkan ke dalam UUD .Telah kita lihat di berita orang-orang siapa saja yang melanggar peraturan pemerintah tersebut maka dikenakan sansksi dan juga ban kendaraan akan di gembok sehingga tidak bisa kabur atau jalan.
Padahal pemerintah telah memperbanyak jalur Tol di daerah DKI Jakarta untuk menghindari kemacetan, tapi hasilnya belum maksimal di karenakan beberapa faktor tadi yang saya katakan menurut analisa saya, salah satunya kepadatan penduduk berdampak ke kepadatan alat transportasi juga.Pemerintah harus berupaya juga agar membangun suatu kota atau daerah yang dapat dengan mudah masyarakat mencari mata pencaharianya tersebut. Karena dampaknya agar bisa mengurangi kemacetatn lalu lintas.
Kisah masa kecil saya dahulu bertempat tinggal di sebuah Kota Jakarta masih terkenang sampai saat ini, ketika itu saya bertempat tinggal di daerah Cempaka Putih Jakarta Pusat, tempat yang di tempati saya dan keluarga waktu itu bukan milik kami pribadi melainkan kami mengontrak ketika itu karena kami asli perantau dari Boyolali Jawa Tengah. Karena Ayah saya saat itu mengemban amanah untuk mengajar di salah satu perguruan tinggi Universitas di daerah Kota Jakarta ketika itu.
Saat saat masa kecil yang saya alami di Kota Jakarta adalah masa-masa bermain dengan anak-anak sepantaran lainya, dan tidak lupa pula mengenal Kota Jakarta dengan gedung-gedung menjulang tinggi dan monas di kala itu, tanpa di sadari saya juga sudah mengenal yang kalimat  sering di ucapkan para penduduk disitu bahwa Kota Jakarta terkenal dengan kemacetanya pula.Pedagang kaki lima pun sejak saat itu bermunculan apalagi dengan tempat makan mie ayam atau pecel lele sudah ada di setiap pinggir jalan. Kami tinggal di Kota Jakarta hanya 2 tahun dan tidak lama, karena akan membuat rumah di daerah Kota Bekasi.
Ketika berpindah di daerah Kota Bekasi sejak tahun 1993-2011 sekarang hal yang saya alami dalam menempuh perjalanan adalah kemacetan di jalan yaitu penyebabnya adalah para tukang sayur yang sejak jam 04.00 wib s/d pagi masih menyempitkan jalan kendaraan, sehingga para petugas dishub pun turut terjun untuk menertibkan jalan supaya jalan kembali tertib dan lancar.Begitulah keadaan di jalan setiap hari para pengendara harus bersabar dalam menempuh suatu perjalanan hingga selamat sampai tujuan.
Dalam judul atau tema yang sekarang saya bahas yaitu “kemacetan kota Jakarta” mengenang kepada masa kecil saya juga yaitu kalimat kemacetan kota Jakarta benar-benar hitz sampai ke lagu-lagu anak-anak pada waktu itu, yaitu lagu yang di nyanyikan oleh Ka Seto sambil menggerakan boneka di tanganya yaitu si Komo dengan lantunan lyric lagunya:










Akhir-akhir bulan ini ketika saya berkunjung ke salah satu tempat saudara saya yang terletak di daerah kota Jakarta dalam perjalanan Alhamdulillah tidak ada kemacetan dan lancar saja, sering kita lihat situasi yang di kabarkan di dalam stasiun televisi kemacetan terjadi pada pagi hari, hari-hari besar dan karena juga terdapat faktor musibah misalnya ada yang kecelakaan lalu dari kejadian itu timbulnya kemacetan sesaat.
Pemerintah kota Jakarta telah membuat alat transportasi yang baru yaitu BUSWAY dalam rangka untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, dalam sisi positifnya membuat program kerja seperti itu ada pula sisi negatifnya yaitu mempersempit jalan dan akhir-akhir ini di kabarkan bahwasanya BUS BUSWAY telah banyak memakan korban kecelakaan, lalu siapa yang di salahkan?, menurut saya yang di salahkan orang yang berjalan di lintasan jalur BUSWAY dan kurangnya kehati – hatian dalam berjalan di daerah lintasan tersebut, begitu juga kehati-hatian sopir BUSWAY dalam melintas jangan terlalu ngebut.

 

Kesimpulan dari artikel ini adalah bagaimana cara kita menyikapi suatu masalah dengan cara berfikir dahulu sebelum bertindak, cari jalan alternatifnya agar mudah untuk mencari solusi yang tepat. Jangan hanya berbicara saja tapi tidak bertindak, kemacetan dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu terdapat musibah kecelakaan mobil di jalan lintasan depan sehingga dapat menyebabkan kemacetan, pedagang kaki lima yang bertempat di pinggir jalan sehingga kendaraan tidak berleluasa untuk mengendarai,  luas jalan yang terlalu sempit dan kendaraan yang berpakiran di sembarang tempat.
Saran saya untuk pemerintah seperti pada kalimat saya yang telah tertulis di atas adalah meluaskan kembali jalan transportasi darat khususnya di daerah kota Jakarta,menjadwalkan jalan yang hanya bisa dilewati ketika pagi saja tetapi tidak boleh malam atau disebut juga di atur waktunya untuk daerah-dareah yang rawan kemacetan.

   Demikianlah artikel yang saya buat kurang lebihnya mohon maaf untuk para pembaca yang berkenan membacanya saya ucapkan terima kasih, wabillahi taufiq wal hidayah Wassalamualaikum Wr Wb.